www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Tidak pernah disangka sebelumnya, SDN Sambiroto II bisa lolos seleksi
untuk mengikuti perlombaan Konferensi Anak Indonesia pada tanggal 3
sampai 6 November yang akan datang, dengan tema 'Aku dan Kotaku'.
Sutrisno, Kepala SDN Sambiroto II mengakui tidak pernah terbayangkan bahwa salah satu anak didik yang lagi duduk di kelas VI bisa lolos seleksi untuk mengikuti Konferensi Anak Indonesia itu. Awalnya, semua sekolah dianjurkan untuk mengirimkan karya tulis dari anak didik mulai kelas I-VI.
Karya tulis dengan memilih tiga judul yang telah ditentukan, yaitu Pengalamanku Bermain di Luar Rumah, Taman di Kotaku, dan Permainan Tradisional Kesukaanku.
"Jadi kita mengirimkan sekitar 38 karya tulis, dan Alhamdulillah di antara semuanya ada yang lolos satu anak atas nama Arum Spritisa," ujarnya.
Saat melakukan seleksi Arum menulis karya tulis mengambil tema "Permainan Tradisional Kesukaanku" dengan menceritakan permainan Ingklik. Permainan yang disukainya sejak kecil.
Awalnya memang tidak pernah terpikirkan, sebab ada ribuan peserta yang akan mengikuti. Saat itu pengumuman diumumkan lewat e-mail, namun karena sekolah jarang membuka e-mail maka tidak mengetahui tentang pengumuman itu. "Jadi kami ditelpon langsung dari panitia, dan dari situ baru mengetahui, sekitar dua hari yang lalu," imbuhnya.
Saat berangkat nanti, Arum akan didampingi langsung oleh wali kelasnya Yulistianingsih. Di dalam surat edaran yang diberikan, siswa yang lolos wajib didampingi orang tua atau wali kelas. Berhubung, Ibu dari Arum tidak bisa mengantar karena banyak kendala, akhirnya pendampingan langsung diserahkan ke wali kelas.
"Saya langsung yang akan mendampingi," ujar Wali Kelas, Yulistianingsih.
Menurut, Yulis seluruh persiapan sudah direncanakan secara matang. Seperti bekal yang harus dibawa Arum saat mengikuti seleksi nanti. "Mengarahkan, apa yang harus dipersiapkannya besok," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com. [ifa/lis]
Sutrisno, Kepala SDN Sambiroto II mengakui tidak pernah terbayangkan bahwa salah satu anak didik yang lagi duduk di kelas VI bisa lolos seleksi untuk mengikuti Konferensi Anak Indonesia itu. Awalnya, semua sekolah dianjurkan untuk mengirimkan karya tulis dari anak didik mulai kelas I-VI.
Karya tulis dengan memilih tiga judul yang telah ditentukan, yaitu Pengalamanku Bermain di Luar Rumah, Taman di Kotaku, dan Permainan Tradisional Kesukaanku.
"Jadi kita mengirimkan sekitar 38 karya tulis, dan Alhamdulillah di antara semuanya ada yang lolos satu anak atas nama Arum Spritisa," ujarnya.
Saat melakukan seleksi Arum menulis karya tulis mengambil tema "Permainan Tradisional Kesukaanku" dengan menceritakan permainan Ingklik. Permainan yang disukainya sejak kecil.
Awalnya memang tidak pernah terpikirkan, sebab ada ribuan peserta yang akan mengikuti. Saat itu pengumuman diumumkan lewat e-mail, namun karena sekolah jarang membuka e-mail maka tidak mengetahui tentang pengumuman itu. "Jadi kami ditelpon langsung dari panitia, dan dari situ baru mengetahui, sekitar dua hari yang lalu," imbuhnya.
Saat berangkat nanti, Arum akan didampingi langsung oleh wali kelasnya Yulistianingsih. Di dalam surat edaran yang diberikan, siswa yang lolos wajib didampingi orang tua atau wali kelas. Berhubung, Ibu dari Arum tidak bisa mengantar karena banyak kendala, akhirnya pendampingan langsung diserahkan ke wali kelas.
"Saya langsung yang akan mendampingi," ujar Wali Kelas, Yulistianingsih.
Menurut, Yulis seluruh persiapan sudah direncanakan secara matang. Seperti bekal yang harus dibawa Arum saat mengikuti seleksi nanti. "Mengarahkan, apa yang harus dipersiapkannya besok," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com. [ifa/lis]

nice, tutut bangga.,., wlalupun nggak desaku sendiri.,.
ReplyDelete