Banyak Makan Korban, Paving Mulai Diperbaiki


www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Sebagian besar jalan yang ada di Bojonegoro, khususnya wilayah pedesaan sudah berupa paving. Ada kelebihan dan kekurangan yang dirasakan dengan adanya pavingisasi. Pada saat musim penghujan misalnya, jalan berupa paving nyaman ketika dilewati dan tidak mengotori kendaraan.

Namun ketika musim kemarau seperti saat ini, kontur tanah di Bojonegoro yang masuk dalam tanah gerak, membuat paving yang sudah ditata rapi di badan jalan menjadi merekah. Bahkan, ada beberapa yang terlepas. Akibatnya bisa membuat celaka pengguna jalan.


Salah satu korban dari paving, Muhyin mengaku sekitar seminggu lalu ketika berangkat bekerja di wilayah Kecamatan Gayam terjatuh ketika menabrak paving yang mencuat.


"Pagi itu sekitar pukul setengah 7 di Gayam nggak tahu kalau ada paving yang lepas di jalan. Akhirnya jatuh karena selip waktu nabrak paving itu," ungkapnya.


Akibat dari kecelakaan itu, tulang selangka yang ada di dekat lehernya retak dan harus dioperasi. "Takut kalau dioperasi, saya bawa ke sangkal putung," imbuhnya.


Korban lainnya di wilayah Kecamatan Kapas, seorang ibu yang memboncengkan dua anaknya terjatuh pada saat melewati paving yang tidak rata dan menabrak paving yang lepas. " Dua anak saya juga ikut jatuh di paving. Nggak parah, tapi ya sakit semua. Kemudian saya ajak ikut pijat sekalian," terang ibu dari 4 putra itu.


Sementara itu, di beberapa desa seperti di wilayah Kecamatan Kapas dan Balen banyak dijumpai warga yang gotong royong untuk memperbaiki paving yang ada di lingkungan mereka.


Seperti di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas misalnya, beberapa ruas jalan paving mulai dibongkar dan ditata kembali dengan ditambah pasir. Tampak warga kerja bakti, ada yang pagi hari, sore bahkan sampai malam hari dengan penerangan dari lampu.


"Hampir merata di berbagai desa, jalan-jalan paving juga mulai diperbaiki dengan gotong royong dari lingkungan masing-masing agar lebih nyaman dilewati dan tidak menimbulkan korban jatuh akibat paving yang tidak rata atau paving yang lepas," papar ketua RT 02 Desa Semenpinggir, Mat Wakhid. [ito/lis ]

Vario Tabrak Penyeberang Jalan, Satu Tewas


www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Seorang pemotor menabrak penyeberang jalan hingga tewas di jalan raya Bojonegoro-Babat, tepatnya di kawasan Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Jumat (30/10/2015) tadi. Korban, Sujak (73) asal Dukuh Pencol Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, tewas di lokasi kejadian.

Pengendara Vario Nopol K 4684 VN, diketahui bernama Sigit Kurniawan, asal Desa Temu Rejo, Kabupaten Blora. Menurut saksi di lokasi kejadian, sebelum tertabrak korban menaruh sepeda pancalnya di tepi jalan lalu hendak menyeberang. Namun, orang tua itu tidak menoleh kiri kanan dan memperhatikan kendaraan yang banyak melintas.

"Korban luka parah dan meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit," kata Arip, pengendara motor yang kebetulan melintas.

Dalam kecelakaan itu, juga menyebabkan pengendara Honda Beat terjatuh. Dia adalah Istiyana, guru Madrasah Aliyah Khoiriyah, Kecamatan Balen, yang akan berangkat bekerja. Saat pengendara Vario menghantam korban, kendaraannya oleng dan akhirnya juga menabrak sepeda motornya.

"Saya ikut terjatuh dan terguling di aspal,” ujar Istiyana yang mengalami luka-luka di lutut dan kakinya.

Menurutnya, korban mengalami luka parah dan langsung meninggal di lokasi kejadian. Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung berkerumun dan berusaha menolong korban. Namun, korban sudah tak bernyawa.[oel/mu]

Angkat Judul 'Ingklik' Lolos Konferensi Anak Indonesia


www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Tidak pernah disangka sebelumnya, SDN Sambiroto II bisa lolos seleksi untuk mengikuti perlombaan Konferensi Anak Indonesia pada tanggal 3 sampai 6 November yang akan datang, dengan tema 'Aku dan Kotaku'.

Sutrisno, Kepala SDN Sambiroto II mengakui tidak pernah terbayangkan bahwa salah satu anak didik yang lagi duduk di kelas VI bisa lolos seleksi untuk mengikuti Konferensi Anak Indonesia itu. Awalnya, semua sekolah dianjurkan untuk mengirimkan karya tulis dari anak didik mulai kelas I-VI.


Karya tulis dengan memilih tiga judul yang telah ditentukan, yaitu Pengalamanku Bermain di Luar Rumah, Taman di Kotaku, dan Permainan Tradisional Kesukaanku.


"Jadi kita mengirimkan sekitar 38 karya tulis, dan Alhamdulillah di antara semuanya ada yang lolos satu anak atas nama Arum Spritisa," ujarnya.


Saat melakukan seleksi Arum menulis karya tulis mengambil tema "Permainan Tradisional Kesukaanku" dengan menceritakan permainan Ingklik. Permainan yang disukainya sejak kecil.


Awalnya memang tidak pernah terpikirkan, sebab ada ribuan peserta yang akan mengikuti. Saat itu pengumuman diumumkan lewat e-mail, namun karena sekolah jarang membuka e-mail maka tidak mengetahui tentang pengumuman itu. "Jadi kami ditelpon langsung dari panitia, dan dari situ baru mengetahui, sekitar dua hari yang lalu," imbuhnya.


Saat berangkat nanti, Arum akan didampingi langsung oleh wali kelasnya Yulistianingsih. Di dalam surat edaran yang diberikan, siswa yang lolos wajib didampingi orang tua atau wali kelas. Berhubung, Ibu dari Arum tidak bisa mengantar karena banyak kendala, akhirnya pendampingan langsung diserahkan ke wali kelas.


"Saya langsung yang akan mendampingi," ujar Wali Kelas, Yulistianingsih.


Menurut, Yulis seluruh persiapan sudah direncanakan secara matang. Seperti bekal yang harus dibawa Arum saat mengikuti seleksi nanti. "Mengarahkan, apa yang harus dipersiapkannya besok," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com. [ifa/lis]

Ukir Banyak Prestasi Teater Awu Makin Dikenal


www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Suasana SMKN 2 Bojonegoro di Jalan Patimura pagi sangat tenang. Aktivitas belajar mengajar sudah terlihat di tiap ruangan yang begitu luas. Di sekolah inilah cikal bakal Teater Awu, pemenang "Parade Teater Tradisi Nusantara 2015".
Untuk menemui pembina teater, Reporter blokBojonegoro.com harus menyusuri beberapa ruangan. Tepat di ujung sekolah sebelah barat akhirnya sampai di sebuah ruangan bertulis "Bengkel Kesenian". Sudah bisa diduga, ruangan ini menjadi markas teater yang mengharumkan nama Bojonegoro itu.

Sesampai di ruangan ini bisa dilihat banyak sekali piala dan perabotan teater. Sebagian peralatan musik juga menghiasi ruangan. Tak lama kemudian, seorang pria berseragam guru dengan membawa tongkat menyambut kami. "Silahkan masuk, beginilah kondisi bengkel seni di sini," kata Pembina Teater, Agus Budiono.



Pria yang mendapat penghargaan sebagai penulis skenario terbaik "Parade Teater Tradisi Nusantara 2015" ini ternyata juga seorang pengajar di SMKN 2 Bojonegoro. Dia memang belum tua tapi tongkat kayu berkepala naga membantunya berjalan pasca kecelakaan beberapa bulan lalu.
Diceritakan, Teater Awu dimulai 2004 dan menjadi ekstrakurikuler di sekolah ini. Pesertanya tiap tahun berubah-ubah tergantung minat siswa. Menurut Agus, dari tiga kelas rata-rata 50 anak ikut ekstra teater. Dari teater siswa tidak hanya bisa belajar akting tapi juga diajarkan sastra, tata rias wajah, menari dan musik.

Setelah mendapat juara nasional, kedepan peminat ekstra teater diperkirakan akan lebih banyak. Selain Teater Awu sudah mengantongi banyak prestasi seperti penyaji terbaik fragmen budi pekerti tingkat provinsi. Selain itu pekan seni pelajar Jatim, parade teater tingkat Nasional dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini, Teater Awu masih konsisten dengan mengusung tema adat atau tradisional. Dijelaskan Agus, Teater Awu diambil dari filosofi awu atau debu. Artinya semua manusia tercipta dari debu dan sampai kapan pun tetap ada bahkan sampai mati juga kembali ke debu.

Agus Budiono yang akrab dipanggil Sighro tak pernah segan membagi ilmunya mengenai seni teater. Beliau telah lama berkecimpung di dunia teater dan merupakan seniman aktif. Di Bojonegoro sendiri tercatat ada 10 lebih kelompok teater.

Berbagai juara disabet oleh para seniman Bojonegoro dan seniman cilik dari Teater Awu SMKN 2 Bojonegoro mulai dari Juara Penyaji Terbaik, Sutradara Terbaik yakni Burhanuddin Joe (Guru SMKN 5), Penulis Skenario Terbaik yakni Agus Budiono (Guru SMKN2), dan Pemeran Putra Terbaik yakni Muhammad Naufal (Siswa SMAN 1). Selain seniman, salah satu Budayawan Bojonegoro, JFX Hoery juga menerima penghargaan Kategori Pelestari Budaya. [oel/lis]

Powered by Blogger.