www.mediabanjarsari.blogspot.co.id - Suasana SMKN 2 Bojonegoro di Jalan Patimura pagi sangat tenang.
Aktivitas belajar mengajar sudah terlihat di tiap ruangan yang begitu
luas. Di sekolah inilah cikal bakal Teater Awu, pemenang "Parade Teater
Tradisi Nusantara 2015".
Untuk menemui pembina teater, Reporter blokBojonegoro.com harus
menyusuri beberapa ruangan. Tepat di ujung sekolah sebelah barat
akhirnya sampai di sebuah ruangan bertulis "Bengkel Kesenian". Sudah
bisa diduga, ruangan ini menjadi markas teater yang mengharumkan nama
Bojonegoro itu.
Sesampai di ruangan ini bisa dilihat banyak sekali piala dan perabotan
teater. Sebagian peralatan musik juga menghiasi ruangan. Tak lama
kemudian, seorang pria berseragam guru dengan membawa tongkat menyambut
kami. "Silahkan masuk, beginilah kondisi bengkel seni di sini," kata
Pembina Teater, Agus Budiono.
Pria yang mendapat penghargaan sebagai penulis skenario terbaik "Parade
Teater Tradisi Nusantara 2015" ini ternyata juga seorang pengajar di
SMKN 2 Bojonegoro. Dia memang belum tua tapi tongkat kayu berkepala naga
membantunya berjalan pasca kecelakaan beberapa bulan lalu.
Diceritakan, Teater Awu dimulai 2004 dan menjadi ekstrakurikuler di
sekolah ini. Pesertanya tiap tahun berubah-ubah tergantung minat siswa.
Menurut Agus, dari tiga kelas rata-rata 50 anak ikut ekstra teater. Dari
teater siswa tidak hanya bisa belajar akting tapi juga diajarkan
sastra, tata rias wajah, menari dan musik.
Setelah mendapat juara nasional, kedepan peminat ekstra teater
diperkirakan akan lebih banyak. Selain Teater Awu sudah mengantongi
banyak prestasi seperti penyaji terbaik fragmen budi pekerti tingkat
provinsi. Selain itu pekan seni pelajar Jatim, parade teater tingkat
Nasional dan masih banyak lagi.
Sampai saat ini, Teater Awu masih konsisten dengan mengusung tema adat
atau tradisional. Dijelaskan Agus, Teater Awu diambil dari filosofi awu
atau debu. Artinya semua manusia tercipta dari debu dan sampai kapan pun
tetap ada bahkan sampai mati juga kembali ke debu.
Agus Budiono yang akrab dipanggil Sighro tak pernah segan membagi
ilmunya mengenai seni teater. Beliau telah lama berkecimpung di dunia
teater dan merupakan seniman aktif. Di Bojonegoro sendiri tercatat ada
10 lebih kelompok teater.
Berbagai juara disabet oleh para seniman Bojonegoro dan seniman cilik
dari Teater Awu SMKN 2 Bojonegoro mulai dari Juara Penyaji Terbaik,
Sutradara Terbaik yakni Burhanuddin Joe (Guru SMKN 5), Penulis Skenario
Terbaik yakni Agus Budiono (Guru SMKN2), dan Pemeran Putra Terbaik yakni
Muhammad Naufal (Siswa SMAN 1). Selain seniman, salah satu Budayawan
Bojonegoro, JFX Hoery juga menerima penghargaan Kategori Pelestari
Budaya. [oel/lis]
Ukir Banyak Prestasi Teater Awu Makin Dikenal
Posted by Unknown
on 9:14 PM

0 comments:
Post a Comment